Ubah Zero Trust dari sekadar gagasan menjadi sebuah kenyataan
Zero Trust bukanlah suatu teknologi atau layanan tertentu. Ini adalah cara berpikir yang berbeda dalam hal keamanan. Ide di balik zero trust adalah bahwa Anda tidak boleh menganggap seseorang atau sesuatu dapat dipercaya, bahkan di dalam perimeter jaringan. Dengan model zero trust, setiap orang dianggap sebagai ancaman potensial, dan setiap interaksi merupakan risiko potensial. Sebelum seseorang diberi akses ke suatu sumber daya, identitasnya harus diverifikasi terlebih dahulu.
Tetapi bagaimana Anda beralih dari konsep abstrak ke strategi keamanan praktis? Anda mulai dengan identitas.
Membangun tingkat kepercayaan yang tepat
Zero Trust berfokus pada penetapan tingkat kepercayaan yang tepat sebelum memberikan akses. Identitas memegang peranan sentral dalam Zero Trust, dan RSA menawarkan beragam metode otentikasi multi-faktor (MFA) serta kemampuan tata kelola dan siklus hidup untuk mendukung otorisasi akses berbasis tata kelola.
Memungkinkan pengambilan keputusan yang dinamis
Untuk menentukan tingkat risiko, Anda perlu memahami konteks permintaan akses. Teknologi autentikasi berbasis risiko RSA memungkinkan pengambilan keputusan dinamis yang diperlukan untuk membangun kepercayaan secara terus-menerus. Analisis perilaku, deteksi anomali, dan teknologi terkait membantu mengungkap konteks yang relevan untuk upaya akses.
Selaras dengan kerangka kerja NIST
NIST telah menetapkan kerangka kerja arsitektur untuk mendukung prinsip-prinsip utama Zero Trust. RSA menyediakan komponen manajemen identitas dan akses (IAM) yang menjadi landasan dalam penerapan kerangka kerja NIST, termasuk otentikasi multi-faktor (MFA), tata kelola identitas dan siklus hidupnya, analitik berbasis risiko, serta akses berbasis peran dan atribut.
